![]() |
| Mejeng sejenak di Alun-Alun Wonosobo (Depan SMEA N Wonosobo) Tahun 1989 |
Sejenak kalau kita menengok kebelakang, kan teringat sekolah
kita yang tercinta ini. Sebuah sekolah ditengah kota yang berdinding papan.
Bila hujan lebat, siap-siap mencari ember guna menampung bocoran, mejapun
serentak kita tengahkan agar tidak terkena tiris air hujan. Kalau masih saja
kena tiris, payungpun terpaksa kita buka di dalam kelas. Celakanya lagi,
seminggu harus masuk sore, padahal Wonosobo kota penghujan, jadi hampir setiap
hari saat jatah masuk sore dan musim penghujan strategi tersebut diatas selalu
kita gunakan. Bila hujan deras mulai melanda, Bapak dan ibu Gurupun kalah suara
dengan kerasnya suara hujan, ujung-ujungnya digunakan strategi mencatat guna
mengatasi keadaan tersebut. Saat itu mesin foto copy belum seramai sekarang,
jadi menulis berlembar-lembar buku jadi menu pelajaran setiap hari. Kapan
neranginya? Hm...



